Senin, 28 September 2009

MANAJEMEN OPERASI DAN PRODUKSI

Produksi adalah penciptaan atau penambahan faedah, bentuk, waktu dan tempat atas faktor-faktor produksi sehingga lebih bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan manusia.

Produk adalah hasil dari kegiatan produksi yang berwujud barang dan jasa.

Produsen adalah orang atau badan ataupun lembaga lain yang menghasilkan produk.

Produktivitas adalah suatu perbandingan dari hasil kegiatan yang sesungguhnya dengan hasil kegiatan yang seharusnya.

Luas Produksi adalah kapasitas yang digunakan oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu. Dapat diukur dengan kapasitas mesin, penyerapan bahan baku, jumlah tenaga kerja, jumlah jam kerja, jumlah jam mesin dan unit keluaran.

Bill of Material adlah daftar dari seluruh bahan baku, bahan lain, onderdil dan komponen untuk memproduksi dalam perusahaan.

Job Lot Shop adalah perusahaan yang akan berproduksi atau pesanan yang masuk dalam perusahaan.

Moss Production Shop adalah perusahan-perusahaan yang berproduksi untuk persediaan atau untuk pasar. Produksi tidak konstan, kadang bertambah, kadang berkurang.

Luas Perusahaan adalah kapasitas yang tersedia atau terpasang dalam suatu perusahaan.

Perencanaan adalah serangkaian keputusan yang diambil sekarang untuk dikerjakan pada waktu yang akan datang.

Faktor - Faktor Produksi :

1. Alam

2. Modal

3. Tenaga kerja

4. Teknologi

Proses Produksi adalah cara atau metode untuk menciptakan atau menambah guna suatu barang atau jasa dengan memanfaatkan sumber yang ada.

Macam - Macam Wujud Proses Produksi :

1. Proses kimia : adalah proses produksi yang menggunakan sifat kimia.

2. Proses perubahan bentuk : adalah proses produksi dengan merubah bentuk.

3. Proses asembling : adalah proses produksi menggabungkan komponen-komponen mejadi produk akhir.

4. Proses transportasi : adalah proses produksi menciptakan perpindahan barang.

5. Proses penciptaan jasa-jasa administrasi : adalah proses produksi berupa penyiapan data informasi yang

diperlukan.

Jenis - Jenis Proses Produksi :

1. Proses produksi terus-menerus : adalah proses produksi yang terdapar pola atau urutan yang pasti sejak dari

bahan baku sampai menjadi barang jadi.

2. Proses produksi terputus-putus : adlah proses produksi yang tidak terdapat urutan atau pola yang pasti sejak

dari bahan baku sampai menjadi barang jadi.

Ruang Lingkup Manajemen Produksi

Perencanaan sistem produksi

Sistem pengendalian produksi

Sistem informasi produksi

● Perencanaan produksi

● Pengendalian proses produksi

● Struktur organisasi

● Perencanaan lokasi produksi

● Pengendalian bahan baku

● Produksi atas dasar pesanan

● Perencanaan letak fasilitas produksi

● Pengendalian tenaga kerja

● Produksi untuk persediaan

● Perencanaan lingkungan kerja

● Pengendalian biaya produksi

● Perencanaan standar produksi

● Pengendalian kualitas pemeliharaan

Definisi Manajemen Produksi

1. Oleh Agus Ahyari :

Merupakan proses kegiatan untuk mengadakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dari produksi dan proses produksi.

2. Oleh Sukanto :

Merupakan usaha mengelola dengan cara optimal terhadap faktor-faktor produksi atau sumber seperti manusia, tenaga kerja, mesin dan bahan baku yang ada.

Tujuan Manajemen Produksi

Adalah memproduksi atau mengatur produksi barang-barang dan jasa-jasa dalam jumlah, kualitas, harga, waktu serta tempat tertentu sesuai dengan kebutuhan.

Penelitian Produksi

Adalah penelitian tentang produk apa dan bagaimana yang disukai konsumen.

Pengembangan Produksi

Adalah penelitian terhadap produk yang telah ada untuk dikembangkan lebih lanjut agar mempunyai kegunaan yang lebih tinggi dan lebih disukai konsumen.

Liniear Programming

Adalah salah satu cara atau metode untuk menentukan kombinasi produksi yang paling optimal. Problem yang dapat diselesaikan terbatas pada problem yang mempunyai batasan liniear, serta mempunyai fungsi yang lancar.

Luas Produksi

Adalah jumlah atau volume output yang seharusnya diproduksi oleh suatu perusahaan dalam suatu periode.

Akibat Luas Produksi :

1. Luas produksi yang terlalu besar berakibat biaya yang besar dan investasi yang besar pula.

2. Luas produksi yang terlalu kecil berakibat tidak dapatnya perusahaan memenuhi permintaan pasar.

Luas Perusahaan Dapat Diukur Dengan :

1. Bahan dasar yang digunakan

2. Barang yang dihasilkan

3. Peralatan yang digunakan

4. Jumlah pegawai yang dipekerjakan

Hubungan Luas Produksi Dengan Biaya

1. Biaya variabel : adalah biaya yang berubah-ubah tergantung volume produksi.

a. Biaya variabrl progresif

b. Biaya variabel proporsional

c. Biaya variabel regresif

2. Biaya tetap : adalah biaya yang tidak terpengaruh dengan perubahan volume produksi.

3. Biaya persatuan : adalah biaya total dibagi jumlah barang yang diproduksi.

Semakin besar jumlah yang diproduksi maka biaya persatuan makin kecil, dan begitu sebaliknya.

Kendala Dalam Mencapai Luas Produksi Maksimal

1. Faktor tidak dapat dibagi-bagi alat produksi tahan lama

2. Berlakunya hukum hasil yang bertambah dan berkurang

3. Berlakunya hukum guna batas yang berkurang

Penentuan Luas Produksi

1. Pendekatan konsep MC dan MR

a. Marginal cost adalah tambahan ongkos sebagai akibat dari adanya tambahan satuan produk.

b. Marginal revenue adalah tambahan penghasilan sebagai akibat tambahan satuan produk.

Perbandingan antara besarnya tambahan biaya MC dengan tambahan penghasilan MR dapat membantu

menentukan luas produksi yang paling menguntungkan.

2. Pendekatan konsep BEP

Dalam konsep ini terdapat hubungan volume produksi, biaya dan laba.

3. Metode simplek

Adalah metode untuk menentukan kombinasi dua atau lebih barang yang dihasilkan perusahaan agar

keuntungan maksimal.

Faktor - Faktor Yang Membatasi Luas Produksi

1. Kapasitas mesin

2. Bahan dasar

3. Uang kas yang tersedia

4. Permintaan

Pola Produksi

Pola Produksi adalah penentuan bagaimana kebijakan perusahaan untuk melayani penjualan.

Macam - Macam Pola Produksi

1. Pola produksi konstan atai horizontal : adalah dimana jumlah yang diproduksi setiap periode tetap sama.

2. Pola produksi bergelombang : adalah jumlah yang diproduksi setiap periode tidak sama mengikuti perubahan

tingkat penjualan dalam perusahaan.

3. Pola produksi moderat : adalah gelombang produksi tidak tajam, sehingga mendekati konstan.

Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Pola Produksi

1. Pola penjualan

2. Pola biaya ;

a. biaya perputaran tenaga kerja

b. biaya simpan

c. biaya lembur

d. biaya subkontrak

3. Kapasitas maksimum fasilitas produksi.

Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Lokasi Pabrik

1. Lingkungan masyarakat

2. Sumber alam

3. Tenaga kerja

4. Transportasi

5. Pembangkit tenaga listrik

6. Tanah untuk ekspansi

Metode Pemilihan Lokasi Pabrik

1. Metode kuantitatif : adalah menilai secara kuantitatif baik buruknya suatu daerah untuk pabrik sehubungan

dengan faktor-faktor yang terdapat didaerah tersebut, sehingga perusahaan dapat membandingkan keadaan

daerah satu dengan daerah lain.

2. Metode kualitatif : adalah konsep biaya tetap dan biaya variabel dari lokasi yang berbeda dapat menciptakan

hubungan antara biaya dan volume produksi yang berlaku bagi masing-masing lokasi.

3. Metode transportasi : adalah suatu alat untuk memecahkan masalah yang menyangkut pengiriman barang,

dari suatu tempat ke tempat yang lain.

Tujuan transportasi adalah dari mana dan berapa jumlah yang harus didistribusikan pada masing-masing lokasi, sehingga biaya distribusi minimum.

Perencanaan Layout adalah perencanaan dari kombinasi yang optimal antara fasilitas produksi serta semua peralatan dan fasilitas terlaksananya proses produksi.

Tujuan Pelaksanaan Layout adalah untuk mendapatkan kombinasi yang paling optimal antara fasilitas-fasiltas produksi.

Layout Diperlukan Dalam Perusahaan Karena :

1. Adanya perubahan desain produk

2. Adanya produk baru

3. adanya perubahan volume permintaan

4. Lingkungan kerja yang tidak memuaskan

5. Fasilitas produksi yang ketinggalan jaman

6. Penghematan biaya

7. Adanya kecelakaan dalam proses produksi

8. Pemindahan lokasi pasar/konsentrasi terhadap pasar

Kriteria Penyusunan Layout :

1. Jarak angkut yang minimum

2. Penggunaan ruang yang efektif

3. Keselamatan barang-barang yang diangkut

4. Fleksibel

5. Kemungkinan ekspansi masa depan

6. Biaya diusahakan serendah mungkin

7. Aliran material yang baik

Langkah-Langkah Perencanaan Layout :

1. Melihat perencanaan produk yang menunjukkan fungsi-fungsi dimiliki produksi tersebut

2. Menentukan perlengkapan yang akan dibutuhkan dan memilih mesin-mesinnya.

3. Analisa dan keseimbangan urutan pekerjaan, flow casting dan penyusunan diagram blok daripada layout.

Klasifikasi Perencanaan Layout

1. Adanya perubahan-perubahan kecil dari layout yang ada

2. Adanya perubahan-perubahan fasilitas produksi yang baru

3. Merubah susunan layout karena adanya perubahan fasilitas produksi

4. Pembangunan pabrik baru

Macam - Macam Layout

1. Produk layout

adalah berurutan sesuai dengan jalannya proses produksi dari bahan mentah sampai menjadi barang jadi.

2. Proses layout

Adalah kesamaan proses atau kesamaan pekerjaan yang mempunyai fungsi yang sama dikelompokkan dan

ditempatkan dalam ruang tertentu.

3. Fixed position (layout kelompok)

Adalah susunan komponen untuk proses produksi diletakkan didekat tempat proses produksi dilaksanakan.

4. Material handling

Adalah ilmu untuk memindahkan, membungkus dan menyimpan bahan-bahan dalam segala bentuk.

MERANCANG DAN MENETAPKAN TUJUAN ORGANISASI

Kawan, belajar tidak harus dalam satu hal saja. Sambil mengisi waktu luang, kita bisa belajar bersama-sama. Berikut ini catatan saya dari baca buku yang mungkin juga bermanfaat bagi kita semua.

  1. Apakah Organisasi itu? Organisasi merupakan sekumpulan orang yang bekerja bersama dalam suatu divisi untuk mencapai tujuan bersama (Schermerhorn, dkk., 1997:9). Tujuan ini tidak saja untuk organisasi itu sendiri melainkan juga untuk kepentingan masyarakat. Tujuan kedua itu juga penting mengingat bahwa organisasi tidak tumbuh dalam ruang yang “vacum/hampa”.
  2. Tujuan sosietal (societal goals) mencerminkan kontribusi organisasi terhadap masyarakat luas. Biasanya organisasi didirikan oleh masyarakat untuk menjalankan suatu fungsi tertentu.
  3. Mission statements merupakan pernyataan tertulis berkenaan dengan tujuan organisasi, dan seringkali hal itu berkaitan dengan bentuk pelayanan organisasi terhadap masyarakat. Misalnya: Dengan manajemen baru, birokrasi ini akan semakin nyata dalam meningkatkan pelayanan pada masyarakat.
  4. Apakah rancangan organisasi itu ? Rancangan organisasi merupakan suatu proses memilih dan mengimplementasikan suatu konfigurasi struktural suatu organisasi. Semakin kecil organisasi akan menggunakan struktur yang lebih sederhana, sebaliknya semakin besar organisasi strukturnya akan semakin kompleks dan biasanya berbentuk birokrasi. Contoh rancangan organisasi yang sederhana, adalah perusahaan keluarga. Sedangkan contoh organisasi yang kompleks adalah birokrasi pemerintahan.
  5. Ada berapa macam rancangan organisasi? (1). Rancangan mekanistik (birokrasi mesin) yaitu organisasi yang menekankan pada aturan, kebijakan, prosedur, teknik pengambilan keputusannya bersifat khusus, kuatnya manajemen menengah, dan sentralistik dalam staffing. (2) Rancangan organik (birokrasi profesional) yaitu organisai yang menekankan spesialisasi horisontal. Prosedurnya sedikit, dan tidak terformalisasi. (3) Rancangan divisional yaitu penetapan struktur secara terpisah berdasarkan pada divisi atau bisnis dan masing-masing divisi memiliki struktur yang khas dan saling berjasama atau berkompetisi
  6. Ada tiga bentuk divisionalisasi (departementasi) organisasi, yaitu departementasi berdasarkan fungsi, departementasi berdasarkan divisi, dan departementasi berdasarkan matriks.
  7. Pada departementasi yang berdasarkan fungsi, individu dikelompokkan berdasarkan ketrampilan, pengetahuan, dan tindakan yang dilakukan. Misalnya organisasi hanya terbagi dalam bagian administrasi, dan bagian operasi. Kelebihannya, tugasnya jelas, pengetahuan yang dibutuhkan tidak banyak, hanya membutuhkan manajer saja yang harus berwawasan luas, dan mudah dijelaskan pada anggota bila ada persoalan. Kelemahannya, kejenuhan akibat monotonnya aktivitas, komunikasi antar area tidak lancar terutama bila ada problem, individu dalam bekerja hanya memperhatikan struktur hierarki.
  8. Departementasi berdasarkan divisi melihat produk, layanan, dan klien sebagai faktor dasar pengelompokan. Pola ini digunakan untuk memudahkan usaha antisipasi ancaman atau oportuniti dari luar organisasi. Misalnya pada organisasi otomotif, organisasi terbagi atas divisi otomotif, divisi internasional, divisi keuangan. Kelebihannya, kemampuan adaptasi dan fleksibilitasnya tinggi bila ada ancaman eksternal, bisa menggabungkan sejumlah ahli dan memfokuskan pada berhasil atau gagalnya suatu produk. layanan, atau klien. Kelemahannya, masing-masing divisi bisa menghadapi problem yang sama sehingga terjadi pengulangan dalam pengatasannya, target divisi bisa mengalahkan target organisasi, konflik antar divisi bisa terjadi, bila terjadi problem organisasi, maka membutuhkan orang yang sangat ahli dan menguasai banyak hal.
  9. Departementasi berdasarkan matriks muncul dari pengalaman industri aerospace. Departementasi ini merupakan kombinasi pola fungsional dan divisional. Misalnya, organisasi selain dibagi menurut divisi, juga ditetapkan suatu organisasi baru semacam proyek akan ditugasi khusus dengan orang-orang yang berasal dari sejumlah divisi. Kelebihannya yaitu mampu mengombinasi kelebihan pola fungsional dan divisional, menekankan pada teknik dan pasar, dan memerlukan sejumlah manager yang mampu menangani personil bidang teknik dan pemasaran. Kelemahannya, sangat mahal, kesatuan komando bisa hilang karena individu memiliki lebih dari satu supervisor, otoritas dan tanggung jawab manager bisa overlap yang bisa menyebabkan konflik, dan adanya kesulitan untuk menjelaskan persoalan ke para pekerjanya.
  10. Faktor apa sajalah yang perlu diperhatikan dalam merancang organisasi? (1) teknologi, (2) lingkungan, dan (3) strategi.
  11. Teknologi adalah kombinasi resources, pengetahuan dan teknik yang menghasilkan suatu produk atau jasa bagi suatu organisasi. Joan Woodward mengidentifikasi 3 macam teknologi, antara lain: a) small-batch production yaitu teknologi yang mengasikan suatu produk yang sudah pasti/jelas dan peralatan yang digunakan tidak beragam, misalnya teknologi membuat baju yang hanya menggunakan mesin jahit; (b) mass production yaitu organisasi yang menghasilkan satu atau beberapa produk yang merupakan asembling dari suatu sistem, sehingga keberadan organisasi ini akan bergantung pada organisasi lain, misalnya produsen kaca mobil, per mobil; dan (c) continuous-process manufacturing yaitu organisasi yang menghasilkan beberapa produk yang secara bersamaan, misalnya perusahaan kilang minyak yang mengolah minyak mentah menjadi bensin, bensol, aspel dan sebagainya.
  12. Apakah teknologi mempengaruhi rancangan organisasi ? Antara teknologi dan rancangan perusahaan saling berhubungan. Semakin tinggi dan detatil tingkat teknologi, maka rancangan organisasi akan semakin bersifat adhocracy, yaitu bentuk operasinya sangan desentralitik, sedikit aturan dan kebijakan, dan dilakukan oleh para profesional.
  13. Apakah hubungan antara kondisi lingkungan dengan rancangan oganisasi? Antara lingkungan dang rancangan organisasi juga saling terkait. Organisasi sebagai sistem terbuka membutuhkan input dari lingkungan, dan akan menjua produk ke lingkungan sekitarnya. Dalam menganalisis lingkungan, kompleksitas lingkungan perlu diperhatikan. Kompleksitas lingkungan merupakan estimasi besarnya problem dan kesempatan dalam lingkungan organisasi. Kompleksitas ini dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu : tingkat kekayaan, tingkat interdependensi, dan derajat ketidakpastian.
  14. Kekayaan lingkungan tercermin melalui tumbuhnya perekonomian, pendidikan individu yang memadai, dan banyaknya uang yang beredar. Dalam lingkungan pemerintahan, lingkungan yang kaya ditandai dengan keamanan warga yang terjamin, pendidikan warganya yang relatif tinggi, peredaran uang yang merata, dan kelangsungan pembangunan Semakin kaya semakin dinamik suatu organisasi. Sebaliknya, lingkungan bisa mengalami declinasi seperti resesi. Ketika resesi terjadi, banyak perusahaan yang melakukan berbagai langkah perubahan seperti memberhentikan karyawan, mengurangi jam kerja, dan sebagainya. Downsizing merupakan istilah yang banyak digunakan perusahaan untuk mengalasi masalah ini.
  15. Bila organisasi akan melakukan downsizing, maka organisasi harus (a) memikirkan dan melakukan identifikasi penyebeb deklinasi lingkungan, (b) menghindari usaha-usaha yang menjelekkan masa lalu, (c) menghindari kecenderungan meningkatnya sentralisasi dan rigiditas serta menurunnya partisipasi, (d) menghindari pemotongan terhadap target dengan memberhentikan pekerja sebanyak mungkin, (e) Memberi informasi pada karyawan secara baik, sehingga terhindar dari ketakutan, dan (f) membangun moral para pekerja sehingga dapat meningkatkan partisipasinya.
  16. Interdependensi lingkungan mencerminkan adanya keterkaitan antar bidang yang berada di luar organisasi. Interdependnsi ini bisa secara langsung ataupun tidak langsung berpengaruh pada organisasi sehingga organisasi harus bisa menyesuaikan diri.
  17. Kertidakpastian dan sulitnya memprediksi lingkungan akan menghancurkan birokrasi. Adhokrasi akan menjadi bentuk ideal bila terjadi ketidakpastian aspek lingkungan ini.
  18. Apakah strategi organisasi itu? Strategi organisasi merupakan proses memposisikan organisasi dalam lingkungan yang kompetitif dan mengimplementasikan tindakan untuk meraih keberhasilan organisasi.
  19. Ada dua macam strategi, yaitu generic strategies dan competence based-stretegies. Generic strategies merupakan kombinasi tertentu dari tujuan, teknologi, dan karakteristik lingkungan yang diharapkan untuk meraih kesuksesan. Sedangkan comptence based-strategies merupakan stretegi pengembangan organisasi yang didasarkan pada kompetensi yang dipunyainya. Kompetensi ini bisa didasarkan pada salah satu atau lebih strategi yang ada pada generik strategi.
  20. Generic strategi disusun berdasarkan pada 2 asumsi: (a) luar atau sempitnya customer dan market (b) tinggi-rendahnya atau mahal-murahnya teknologi 21. Bagaimana perusahaan mengkombinasi strategi umum dan kompetensi uniknya? Srategi dan rancangan organisasi terjadi saling hubungan. Rancangan organisasi hendaknya mendukung strategi bila organisasi itu ingin sukses. Seorang manager yang efektif akan mampu menbangun kompetensi strategi dasar untuk memodifikasi dan mengembangkan strategi umum.

MANAJEMEN ORGANISASI

Pendahuluan.


Sosialisasi manusia pada suatu saat akan tergugah ketika ia tidak mampu mencapai tujuannya sendiri atau ia melihat bahwa orang lain memiliki tujuan yang sama dengan dirinya. Berdasarkan persamaan-persamaan itu, kemudian mereka membentuk kelompok-kelompok dengan menggabungkan sumber daya yang mereka miliki. Pada tahap ini prosesnya masih alami. Ternyata penggabungan sumber daya tidak menjadi jawaban bagi efektifitas dan efisiensi kerja, bahkan menimbulkan masalah-masalah baru, yaitu konflik-konflik kepentingan pribadi (conflict of individual interests).
Seiring dengan kemajuan pemikiran manusia, kelompok-kelompok ini kemudian mulai mengadakan pembagian kerja dan pengalokasian sumber daya dengan lebih teratur dan terencana.
Inilah cikal bakal organisasi yang kita kenal sekarang.

Pengertian Organisasi.


Banyak definisi yang ditawarkan para ahli, di bawah ini adalah definisi yang paling sering dikutip:
1.
An organization is a system of cooporative human activities. Organisasi adalah sistem dari kegiatan manusia yang bekerja sama. (Cheeter I. Barrard).
2. Organization are system that are designed by people to accomplish some purpose or achieve some goal. Organisasi adalah system yang dipolakan orang untuk melaksanakan tujuan dan mencapai suatu sasaran. (Thomas J. Atchinson & Winston W. Hill in Management Today).
3. Organization is a stable system of individuals who work together to achieve, through a hierarchy of rank and division of labour, common goals. Organisasi adalah sistem mapan dari orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, melalui suatu jenjang kepangkatan dan pembagian kerja. (Everett M Rogers & rekha Agarwala Rogers in Communication in Organization).
Dari definisi-definisi di atas, kita dapat menarik benang merah bahwa dalam setiap organisasi pasti akan dijumpai sistem, peraturan, tujuan, dan bidang garapan, sumber daya, pembagian kerja dan hubungan. Organisasi adalah sebuah system, sebagai system organisasi harus memiliki keharmonisan, keteraturan yang pasti dan dipandang sebagai satu kesatuan. Kesatuan dalam organisasi adalah holistic, bukan atomik, artinya dalam sebuah organisasi tidak dilihat lagi subyek-subyek pembentuknya. Penekanan organisasi adalah pada tahap pembagian kerja. Sebagai sebuah system, organisasi juga memiliki sifat terbuka (opening system), karena dalam organisasi terjadi perputaran dan pertukaran bahan, informasi, energi dan lingkungan.
Karena sifat yang terbuka, sebuah organisasi harus selalu menyesuaikann diri dengan lingkungannya agar ia tidak tertinggal dalam persaingan dengan organisasi lain, karena begitu bayak faktor yang menentukan kebeberhasilannya. Semakin banyak sumber daya yang terlibat maka semakin ringan pekerjaan, namun semakin banyak pula permasalahan. Ketersediaan sumber daya yang melimpah belum tentu dapat mengantarkan kemajuan bagi suatu organisasi. Faktor penyebab utama biasanya conflict of interreset, yaitu benturan-benturan kepentingan pribadi masing-masing sebagai pelaku organisasi.



Manajemen organisasi


Manajemen organisasi adalah suatu bentuk pekerjaan yang sangat erat dengan organisasi. Dalam setiap organisasi sesederhana apapun bentuknya, pasti terjadi proses manajerial. Ini lah yang menjadi jantungnya suatu organisasi. Hampir seluruh organisasi yang berhasil memiliki manajemen yag baik, teratur dan terencana.
Manajemen berasal dari bahasa inggris to manage, yang artinya mengatur. Menurut kamus the random house dictionary of the English language, college edition, to manage berasal dari bahasa italic mannag (iare) yang artinya melatih kuda. Struktur kata ini tidak asli, karena dari bahasa latin manus yang artinya tangan. Terminology yang ditawarkan para ahli terhadap kata ini antara lain?

Menurut henry fayol, manjemen aspek pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab, disiplin, kesatuan perintah, kesatuan pengarahan, pengutamaan, kepentingan umum, jenjang kepangkatan, ketertiban, jiwa korps dan sebagainya?

Menurut george R. Terry dalam principle of management (definisi yang paling banyak dikutip), manajemen adalah sebuah proses yang khas, terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan (planning), pengorganisasian (organization), pelaksanaan (actuating), pengawasan (controlling) yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainya.


Tahapan Dalam Manajemen.


Manajemen sebagai suatu proses, memioliki tahapan-tahapan tetentu. Diantara para ahli terjadi perbedaan pendapat dalam jumlah dan penamaan tahapannya.?

Harold koontz & cyrill o’donnel: planning, organizing, staffing, directing, dan controlling?

Henry fayol: planning, organizing, commanding, coordinating, dan controlling?

Luther gulick: planning, organizing, staffing, directing, coordinating, reporting dan budgeting.?

George R. terry : planning, organizing, actuating, dan controlling (POAC)
Walaupun masing-masing ahli berbeda pendapat para pelaku organisasi banyak menggunakan teori George R. terry, karena disamping sederhana, juga sebenarnya mencakup tahapan-tahapan yang dikemukakan para ahli yang lain.

1. Planning/Perencanaan
Adalah tahapan perencanaan dan perancangan. Dalam tahapan ini, seorang pelaku pelaku organisasi harus mampu meramalkan situasi pekerjaan dan bidang garapan yang akan dilaksanakan. Ia juga dituntut untuk mampu memvisualisasikan hambatan yang nantinya akan di temui dan hal yang paling penting dalam tahapan ini adalah kreatifitas.
2. Organizing/pengorganisasian.
Adalah jembatan antara perencanaan dan pelaksanaan. Dalam tahapan ini dilakukan identifikasi dan klarifikasi kegiatan yang diperlukan, pengelompokan aktivitas menurut sumber daya manusia dan situasi, pendelegasian kekuasaan, koordinasi antar personil dan hubungan arus informasi, dan sebagainya. Pelaku organisasi selayaknya mengikuti pameo “the right man in the right place” demi efektifitas dan efisiensi kerja organisasi. Efektif artinya berhasil mencapai tujuan dengan waktu yang sesingkat-singkatnya serta memuaskan seluruh pihak yang dilibatkan. Efisien artinya sesuai dengan rencana dan biaya yang dianggarkan. Hal yang paling penting dalam tahap ini adalah komunikasi antar personil.
3. Actuating/penggiatan.
Adalah proses pengerahan, perangsangan, pembimbing, dan pengarahan sumber daya. manusia agar proaktif dan kreatif, bekerja penuh kesadaran dan tanggung jawab. Disinilah pentingnya kepemimpinan (leadership).
4. Controlling/Pemantauan.
Adalah kegiatan memeriksa, mengkaji apakah pekerjaan yang dilakukan sudah sesuai dengan rencana.
Menurut Robert N. Antoni, Jhon Dearden dan Richard F. Vancil dalam Management Control System, “Management control is the process by which managers assure that resources are obtained anf used effectively and efficiently in accomplishement of the organization’s obyektives”. Manajemen control adalah proses pemastian apakah sumber daya sudah diperoleh dan digunakan seefektif dan seefisien mungkin dalam pencapaian tujuan organisasi. Karena berhubungan dengan SDM, maka disini lah pentingnya Publik Relation and Human Relation.

Tahap Manajerial Aspek penekanan
Planing Creativity
Organizing Communication
Actuating Leadership
Controlling Human & Publik Relations

Obyek langsung manajemen pada dasarnya adalah sumber daya dalam organisasi ada enam macam, sering disebut Six M, yaitu:
1) Men (SDM)
2) Materials (sumber daya barang).
3) Machines (sumber daya mesin).
4) Methods (sumber daya metode).
5) Money (sumber daya uang).
6) Markets (sumber daya pasar).
Teori dan Teknik Manajerial.
Ada beberapa teori dan teknik yang dapat digunakan agar proses manajerial organisasi benar-benar efektif dan efisien, serta sesuai dengan prinsip ekonomi organisasi.
Teori-teori ini antara lain:
1. PKS (Posisi Keunggulan Strategis).
Dikemukakan oleh Prof. Cuno Pumpin dalam bukunya, The Essence of Corporate Strategy.
Suatu organisasi akan maju bila memiliki orientasi ke depan, bentuk yang sederhana dan tidak birokratis, bersifat organis, tidak mekanistik. Keunggulan bersaing menjadi tumpuan utama teori ini. Keunggulan dalam bersaing dapat diperoleh dengan :
• Differensiasi, yaitu menduduki posisi khusus di pasar dengan menjaga kualitas, citra dan inovasi.
• Pemusatan kekuatan sumber daya: pada titik lemah lawan, pada titik kuat kita, pada event kesempatan.
• Penyesuaian tujuan dengan sumber daya.
• Kesatuan doktrin (unite de doctrine), yaitu semangat partisipasi, tujuan, strategi sederhana dan homogen.
2. TQC (Total Quality Control).
Teori ini sudah diterapkan menyeluruh di Jepang, namun baru dipopulerkan pada 1951 oleh Edward Deming, berupa konsep pengendalian mutu terpadu (Integrated Quality Control/IQQ). Teori ini menitik beratkan proses manajerial pada pengendalian mutu dari proses awal hingga akhir.
3. TQM (Total Quality Management).
Teori ini baru mulai dibicarakan orang pada pertengahan 1990-an. Teori ini menitikberatkan proses manajerial pada mutu/kualitas manajerial itu sendiri dengan berwawasan ke depan.

Komunikasi Manajemen.


Salah satu aspek yang penting dalam berorganisasi adalah komunikasi. Teori-teori manajemen yang hebat, rancangan dan perencanaan yang bagus serta sumber daya yang melimpah tidak akan berpengaruh banyak bagi kemajuan organisasi, jika tidak terdapat komunikasi yang baik antar pelaku organisasi. Menggarisbawahi pentingnya komunikasi dalam organisasi, Lawrence D. Brennan, seorang pakar manajemen terkenal pernah berkata, management is communication.
Komunikasi berasal dari bahasa latin commicatio, yang berarti pemberitahuan atau pertukaran pikiran. Kata ini berasal dari kata communis yang artinya sama. Ini bisa difahami bahwa setelah mengalami proses komunikasi, komunikator dan komunikan memiliki pengetahuan dan pandangan yang sama terhadap suatu kasus permasalahan. Tujuan dilakukannya komunikasi dalam organisasi adalah unyuk mengubah sikap (attitude), pendapat (opinion) dan tingkah laku (behavior) pelaku organisasi agar dapat mendukung cita-cita dan tujuan organisasi.
Jenis-jenis Komunikasi.
1. Komunikasi menurut jenis pesan yang digunakan dibagi menjadi dua:
• Komunikasi Verbal (Verbal Communication), yaitu komunikasi menggunakan bahasa manusia.
• Komunikasi non Verbal (Non Verbal Communication), yaitu komunikasi menggunakan selain bahasa manusia.
2. Menurut jumlah pesannya, komunikasi dibagi menjadi dua:
• Komunikasi satu arah (One Way Traffic Communication), terdiri dari pesan komunikator saja.
• Komunikasi dua arah (Two Way Traffic Communication), terdiri dari pesan komunikator dan tanggapan komunikan.
3. Menurut arahnya, komunikasi dibagi:
• Komunikasi Internal
• Komunikasi Vertikal; down ward Communication, contoh: pimpinan kepada bawahan, dan up ward Communication, contoh: bawahan kepada pimpinan.
• Komunikasi Horisontal, contoh : komunikasi antar teman.
• Komunikasi Diagonal/ cross Communication, contoh: komunikasi dalam rapat.
• Komunikasi Eksternal, contoh: Komunikasi dengan organisasi dan instansi lain.
Unsur Komunikasi.
1) Communicator/komunikator, yaitu orang yang menyampaikan pikirannya.
2) Communicant/komunikan, yaitu sasaran penyampaian pesan. Jenisnya bisa homogen dan heterogen. Komunikasi dalam organisasi biasanya homogen.
3) Massage/Pesan, yaitu pesan yang ingin disampaikan, berupa meaningful symbols/ simbol yang memiliki arti.
4) Media, yaitu sarana untuk menyalurkan pesan.
5) Effect/tanggapan, yaitu respon, reaksi dari komunikan. Efek komunikasi dapat berupa :
• Cognitive effect, yaitu yang berhubungan dengan nalar. Contoh: dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dsb.
• Affective effect, yaitu yang berhubungan dengan perasaan. Contoh: dari tidak suka menjadi suka, dari benci menjadi cinta, dsb.
• Conative behavioral effect, yaitu yang berhubungan dengan kebiasaan. Contoh: dari malas menjadi rajin, dari pembangkang jadi penurut, dsb.

Human Relation dan Public Relation.
Aspek ini mulanya hanya dipandang sebelah mata, seiring berkembangnya kapitalisme di seluruh dunia. Tapi kemudian para ahli mulai menyadari penanganan manusia tidak dapat disamakan dengan penanganan terhadap mesin atau barang.
Penanganan yang kurang baik terhadap anggota organisasi terkadang dapat menghambat organisasi itu sendiri. Jack Hallowan dalam bukunya Apphed Human Relationship, An Organizational Approach, mengemukakan bahwa human relation mulai dikenal orang pada 1850 dalam permasalahan buruh. Ini bermula ketika Fredrick Taylor pada awal abad XX menawarkan teori Scientific Management yang kemudian banyak diterapkan oleh para pengelola pabrik. Ia berpendapat bahwa produktifitas akan naik jika masing-masing pekerja memiliki perincian tugas tertentu. Maka mulai dikenallah ban-ban berjalan di pabrik-pabrik.
Teori ini kemudian dikecam karena dianggap hanya merupakan bentuk lain eksploitasi pekerja saja. Pada 1920, mulai muncul pendekatan humanistik bagi pekerja. Adalah Elton Mayo dari National Research Council dan Massachussets Institute of Technology (MIT), yang mengadakan studi tentang efek lampu dan ventilasi udara terhadap pekerja di sebuah pabrik di Hawthorne, Amerika.
Pada era 30-an, human relation diabaikan karena terjadi resesi di AS pasca PD II. Barulah pada pertengahan abad XX, orang mulai melirik konsep ini. Dan sampai sekarang terbukti bahwa human relations dan public relations yang terbina dengan baik dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja. Jika Human Relation (HR) menitikberatkan obyeknya pada pandangan-pandangan humanistic, maka public relations menitik beratkan obyektifitas pada tingkah laku manusia dalam dinamika kelompok. Human relations bersifat represif, sedangkan PR bersifat preventif/pencegahan.
A. Human Relations.
Dalam organisasi harus dihindari dan diwaspadai permasalahan-permasalahan yang timbul dari pribadi-pribadi anggota organisasi. Permasalahan-permasalahan ini bisa menyebabkan perpecahan dalam tubuh organisasi yang berakibat terancamnya keberhasilan tujuan organisasi itu sendiri. Permasalahan-permasalahan ini biasanya timbul dari:
• Conflict of Interest, Manusia memiliki keinginan, cita-cita, harapan dan tujuan yang berbeda-beda. Masing-masing ingin mencapai tujuannya sendiri-sendiri. Tidak jarang kepentingan-kepentingan mereka harus berbenturan dengan kepentingan orang lain.
Jika kedua belah pihak tidak pat bersikap dewasa dan profesional, dapat menimbulkan perpecahan. Untuk itu, setiap anggota suatu organisasi, harus mampu memisahkan permasalahan dan konflik pribadi dengan kepentingan organisasi serta mendahulukan kepentingan bersama.
• Motivasi. Tidak semua memiliki motivasi yang bagus ketika memasuki suatu organisasi. Ini dapat berpengaruh terhadap dedikasi dan loyalitasnya terhadap organisasi tersebut. Tugas organisasi lah yang harus memupuk motivasi mereka, dengan cara meningkatkan daya undang partisipasi. Dengan demikian diharapkan tumbuh loyalitas dan dedikasi mereka.
• Heredity. Pembawaan pribadi kadang dapat pula menjadi faktor penyebab kurang lancarnya komunikasi dalam organisasi. Seorang yang pembawaannya sombong pasti akan dikucilkan dari rekan-rekannya. Dalam hal ini diperlukan pemahaman dan pengertian seluruh anggota organisasi terhadap sifat dan pembawaan manusia. Secara garis besar, manusia dibagi tiga: ettrofert, introvert dan ambivert. Seorang extrofert memiliki wawasan dan perhatian keluar dari dirinya. Ia suka bergaul, periang dan mudah dipengaruhi orang lain. Sebaliknya, introfert adalah seorang yang pembawaannya pediam, suka menyendiri, dan hanya memikirkan dirnya sendiri. Secara teori seorang extrofert dan introfert tidak pernah bisa bersatu. Namun kita tidak perlu khawatir, karena jumlah mereka hanya sedikit. Kebanyakan orang memiliki karakter ambivert, yaitu karakter pertengahan antara extrofert dan introfert.
• Environment. Latar belakang juga bisa menjadi penyebab potensial bagi permasalahn organisasi. Untuk itu setiap anggota harus memahami betul latar belakang orang lain bisa sangat sangat jauh berbeda dengan dirinya, untuk itu diperlukan pengertian dalam memahami sikap dan tingkah laku seseorang.
B. Public Relation
Permasalahan dalam bidang ini lebih kompleks dan memiliki hubungan langsung dengan sumber daya organisasi
• Sugesti. Yaitu sikap apriori tertutup yang dipengaruhi lingkungan dan pengalaman pribadi. Contoh: anggota suatu kepanitiaan gagal mengajukan proposal karena sudah memiliki sugesti yang tidak baik terhadap suatu perusahaan.
• Imitasi. Yaitu sifat meniru manusia terhadap yang ia nilai baik dan bagus. Sebagai contoh budaya ‘ngaret’ jika dilakukan oleh pimpinan organisasi akan diikuti bawahannya.
• Simpati. Yaitu sifat solidaritas manusia terhadap manusia lainnya. Sebagai contoh seorang yang di-PHK oleh perusahaan dengan semena-mena akan mengundang simpati rekan-rekannya, kemudian bisa saja terjadi mogok kerja atau demonstrasi besar-besaran. Oleh karenanya, setiap kebijakan organisasi harus menimbang dan memperhatikan faktor simpati ini.